Indramayu, Suarajurnalis – Pada masa KHR. Asnawi Kudus masih hidup, pernah ada pengumuman dari pemerintah melalui radio yang menyatakan bahwa hari Idul Fitri jatuh pada hari Jumat. Padahal, pada malam Jumat sebelumnya hilal tidak terlihat. Meski demikian, sebagian kelompok tetap mengikuti keputusan tersebut.
Menanggapi hal ini, KHR. Asnawi kemudian mengirimkan surat kepada pimpinan kelompok tersebut. Surat itu ditulis dalam bahasa Arab dan disusun dalam bentuk syair dengan menggunakan bahar Basith. Di antara isi surat tersebut adalah sebagai berikut:
من مرتجي الرضا والقبول، من الخالق والمخلوق مع حصول المأمول، محمد أسنوي القدسي الجاوي
Dari orang yang mengharapkan ridha dan qabul dari Allah Sang Khaliq dan makhluk-Nya serta mendapat apa yang diharapkan: Muhammad Asnawi al-Qudsi al-Jawi.
بسم الله الرحمن الرحیم
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih juga Maha Penyayang
أَزْكَى السَّلَامِ عَلَيْكُمُو مَعَ التَّحِيَا # تِ الْوَافِرَاتِ المُعطَّرَاتِ وَالْحُلَلِ
Semoga keselamatan yang paling murni tercurah kepada Anda, beserta salam yang berlimpah dan harum serta perhiasan yang indah.
وَبَعْدُ فَاعْلَمْ بِأَنَّ عِيْدَنَا السَّبْتُ صَا # رَ بِالثَّلاثِينَ صَوْمُنَا بِلا عَجَلِ
Dan setelah itu, ketahuilah bahwa hari raya kita adalah hari Sabtu. Maka puasa kita jadi 30 hari tanpa tergesa-gesa.
وَبَدْءُ صَوْمِيْ بِرُؤْيَةٍ كَذَا فِطْرَتِي # لَا بِالسَّمَاعِ مِنَ الرَّادِيِّ مِنْ عَلَلِ
Dan puasa saya dimulai dengan melihat hilal (bulan sabit). Begitu pula hari raya saya juga dengan melihat hilal. Bukan dengan mendengarkan dari siaran radio, karena suatu kerusakan.
فِي «شَرْحِ بَهْجَةْ» بِأَنَّ الصَّوْتَ إِنْ حَمَلَهْ # رِيحٌ وَنَحْوُهُ لَيْسَ بِالْكَلَامِ الْجَلِي
Dalam kitab Syarah al-Bahjah dinyatakan bahwa suara jika terbawa oleh angin atau sesuatu yang serupa, tidak dianggap sebagai ucapan yang jelas.
وَقَدْ أُمِرْنَا بِعِيدِ السَّبْتِ إِنْ لَمْ أَرَ # هِلَالَ لَيْلَةِ جُمُعَةٍ أَخِي فَاقْبَلِ
Sungguh, kita telah diperintahkan untuk berhari raya pada hari Sabtu jika kita tidak melihat bulan sabit pada malam Jumat, saudaraku, maka terimalah itu.
مَنْ لَمْ يَكُنْ صَائِمًا فِي يَوْمِ جُمُعَتِهِمْ # فَذَنْبُهُ ثَابِتٌ عَلَيْهِ خَفْ وَجَلِ
Barangsiapa tidak berpuasa pada hari Jumatnya, maka dosanya telah ditetapkan padanya. Hendaklah ia takut dan gentar.
Sumber: Kisah Kramat
Red: Al Aris
Kisah KHR. Asnawi Menyikapi Hari Raya Idul Fitri Jatuh Pada Hari Jumat atau Sabtu







