Asiknya ber-Ziarah bersama MWCNU Karangampel, Serba Serbi Perjalanan ke Jatim

Indramayu, Suarajurnalis – LTN MWCNU Karangampel. Serba serbi moment safari ziarah yang digagas dan sebagai pelaksana formal adalah MWCNU Karangampel.

Ini merupakan agenda tahunan yang diprogram otomatis oleh pengurus NU struktural dan semoga berjalan berkelanjutan sampai 5 tahun ke depan kepengurusan duet kompak antara Kiai Kholil selaku Tanfidziyah dari kaum muda, dan Kiai Was’adin selaku Syuriyah dari kalangan kaum yang di-tua-kan. Walaupun beda generasi tapi wawasan ilmiah an nahdliyah nya adalah lintas referensi.

Bacaan Lainnya

Judule kompak akur satu visi misi satu konsep, iku bakale NU bangkit dan keorganisasian bakal berjalan..aza Melu kisruh PBNU.

Tahun 2026 ini, safari ziarah terkonsep dengan baik dengan moto ‘Sing Penting Wareg Ning Dalan’. Waktue sembayang ya mampir, waktue jam mangan ya istirahat, sing penting slamet ampe tujuan ”kan balik senajan ora pai sangu, tapi emak-emak peserta ziarah pada akeh-akeh tuku enggawa oleh-olehe..”selip candaan Mbah Bolong alias Ki Sonhaji selaku korlap ziarah.


Perjalanan 2 hari 2 malam, suasana didalam bus pun terasa mencair. Gelak tawa bercanda bersenda gurau, “WIS judule ziarah sambil beriang gembira” ucap emak-emak Hangtini yang terheboh didalam bus.

Kepanitian pun duet loreng ala kaos madura-an, dialah Ki Sonhaji Si Embah Bolong dan Ki Jamal Si Embah Begawan. Jare Kanjeng Holid mah duet Sopo Jarwo.

Ki Sholikhin selaku ketua kloter bus rombongan alias Ki Awang-awang, jama’ah aza klalen bareng ngucap donga ”Allahumma sluman, slumun, slamet”. Do’a itu dalam bahasa Jawa, dan murni asli filsafat jowo yang digambarkan sebagai usaha seseorang yang ingin meraih kesuksesan namun dengan cara yang tidak mencolok, atau bisa diartikan juga seseorang yang sedang melakukan hal besar tanpa perlu memamerkannya kepada orang lain dan yang penting berhasil.

“Pokoke slama perjalanan, mangane sing wareg, bayar dewek-dewek,” kelakar tim wara-wiri.

Selama perjalanan dari berangkat sampai pulang, suasana didalam bus kadang kaya pasar Jeh, rame..seru…ngerumpi…., dan bergoyang bus dengan karoke ria. Sing heboh lagu ‘ngaplang-ngaplang’ yang dinyanyikan dengan logat Sumatra, Mbak Indah Kaji Holid.

Rest area adalah angin segar bagi kaum lelaki, bisa seruput kopi, isep rokok, judule udud dulu. Dan disitulah muncul istilah ajakan se-rokaat dan maksudnya ajakan hayu sebatang dulu rokok ngudud..he.he..he. Ada aza kelakuan peserta ziarah.

Asiknya ziarah bersama MWCNU Karangampel, dengan 2 bus pariwisata berjumlah 110 peserta ziarah dari kalangan unsur pengurus MWCNU, lembaga, fatayat, muslimat dan warga NU sing seneng ziarah.

Arah rute titik ziarah dari Sunan Gunung Jati Cirebon, Mbah Kholil Bangkalan, Sunan Ampel Surabaya, Mbah Wahab Tambakberas, Mbah Syansuri Denanyar, Mbah Hasyim Tebuireng, Gusdur Jombang, dan Mbah Karim Lirboyo.

Kiai Kholil Ketua NU Karangampel ucapkan terimakasih atas kekompakan dan keguyuban baik dari unsur struktural maupun kultural.

“Yu gawe reng-rengan maning kanggo agenda ziarah tahun arep,” pesannya.

Untuk tukang mhoto-mhoto bagian dokumentasi, LTN NU MWCNU Karangampel mengucapkan banyak terimakasih atas kerjasamanya dalam mengabadikan di setiap moment-moment terindah.

“Inilah sebuah kerja jepret, yang selalu ada disetiap kesempatan untuk mengenang kenangan buat anak cucu sahabat handaitaulan, terimakasih buat sekjen NU Kang Jamal dan juga sahabat Daman yang selalu setia siap siaga untuk memotret moment kenangan terindah sepanjang masa,” ungkap Aris Cakra.


Intie MWCNU Karangampel ‘jaga kekompakan dan kebersamaan kita’ aza kendor ber-khidmah senajan laka bayaran, tapi niatkan lillahi ta’ala kanggo ngurip-nguripaken organisasi, apalagi ini organisasi yang mendirikan para ulama yang mempunyai banyak keramat.”jare ucapane para sepuh di NU.

Perjalanan Jawa Timur, dan ada juga yang terkesan yaitu lagu kemesraan adalah lagu yang banyak kenangan di dalam bus yang dinyanyikan oleh Mbah Bolong Ki Sonhaji korlap ziarah yang diiringi dengan ikut bernyanyi serempak penghuni bus. Yu..yu..yu..kita bernyanyi bersama..ya..ya..ya..kita bersuka ria.
Tetep tujuan ziarah adalah ngalap berkah kepada para Masyaikh Nusantara sesuai dengan jadwal, dengan adab dan kesopanan dalam memasuki area masing-masing maqbaroh yang dituju. Bertawasul, aurad tahlil, dzikir dan do’a bersama. Alfaatehah…..

Sumber: media LTN NU_MWCNU Karangampel
Red: Al Aris

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *