Warinussy Meminta Komnas HAM Usut Tuntas Kasus Penembakan yang di Lakukan Oleh Oknum Polisi

Suara Jurnaslis | Manokwari – Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari Yan Chirstian Warinussy mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Komnas HAM RI) untuk melakukan investigasi

“Sebagai Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, saya mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Komnas HAM RI) untuk melakukan investigasi atas peristiwa penembakan yang diduga keras dilakukan oleh anggota Polres Sorong Selatan hingga menewaskan korban Arki Tugakeri, Jum’at (1/12) di Distrik Inawatan, Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat Daya, ” kata Warinussy.

Bacaan Lainnya

Investigasi independen oleh Komnas HAM harus segera dilakukan sesuai amanat Undang Undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia (HAM) serta Undang Undang Nomor 26 Tahun 2000 Tentang Pengadilan HAM sangat urgen dan mendesak saat ini.

“Kehadiran Komnas RI dalam menginvestigasi peristiwa kematian sia-sia Arki Tugakeri ini penting dan bersifat segera. Alasan Polri sebagaimana disampaikan oleh Kapolda Papua Barat Irjen Pol.Monang Tahu Daniel Silitonga bahwa anggotanya menembak untuk melumpuhkan korban, karena hendak menyerang petugas dengan senjata tajam, merupakan titik masuk dalam investigasi pelanggaran HAM, karena faktanya korban mati/tewas, ” ujarnya.

“Lanjutnya mengatakan, “sesungguhnya secara hukum apabila korban merupakan Orang yang namanya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus pembunuhan 4 (empat) orang anggota TNI di Kisor, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya beberapa waktu lalu, maka korban semestinya diamankan untuk dimintai pertanggung jawaban hukumnya oleh petugas keamanan dari Polres Sorong Selatan, ” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *