Masyarakat Dumoga Induk Minta APH, Melarang Penggalian material Di duga Tanpa Izin Yang Berdampak Bagi Pemukiman Warga

Media Suara Jurnalis. Dumoga Induk Kab Bolaang Mongondow, Provinsi Sukawesi utara – Penambangan pasir batu (Sirtu) atau Galian C diduga tanpa izin terus beroperasi di Sungai Ongkag Dumoga induk, Kecamatan Dumoga timur Kabupaten Bolaang mongondow induk, sehingga mengakibatkan kerusakan ekosistem lingkungan hidup dan juga kerugian terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bolmong.Selasa. 4/07/23

Salah seorang warga yang resah tngkiding menyampaikan, Galian C di Desa kami ini diduga tidak memiliki izin resmi dari Pemerintah dan parahnya lagi ada oknum aparat desa yang sengaja menunjuk untuk menggaruk material.

Bacaan Lainnya

Terlihat Suda tiga hari Ekskavator Menggaruk material dari lokasi penambangan Galian C tersebut, yang rencananya akan di suplay ke Proyek lorong beakang mesjid.

Sementara itu Kadis DLH, yang dikonfirmasi wartawan melalui Pia WhatsApps (WA), Rabu (05/07/23), mempertanyakan keberadaan penambangan Galian C yang beroperasi di Desa dumoga induk.

Apakah memiliki izin resmi dari pemerintah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, DLH mengatakan langsung saja ke Dinas provinsi menyangkut izin tersebut.

“Saya rasa lebih baik ke Dinas provinsi saja di komfirmasi,” Jawab Kadis Dlh kab bolmong melalui Pia telpon WA.

Berdasarkan informasi yang diperoleh wartawan dari masyarakat sekitar lokasi Penambangan Galian C tersebut. Kegiatan Penambangan Galian C itu merupakan atas perinta Aparat desa dumoga induk

‘material Galian C tersebut dipergunakan untuk penimbunan jalan di proyek lorong belakang mesjid desa dumoga induk, namun sampai saat ini padahal suda di laporkan namun tidak ada tindakan dari Pemerintah Daerah maupun dari aparat penegak hukum (APH) jika memang tak memiliki izin Resmi

Sala satu warga sekitar meminta agar penegak hukum memantau dan melarang kegiatan tersebut, kami suda meminta agar laporan kami ke media dapat diteruskan ke pimpinan polres Bolmong agar dapat di respon pasalnya jika di biarkan menggaruk di sungai tananaman kami Bisa Terancam dan nantinya akan berdampak ke pemukiman warga jika musim penghujan nanti”Ujar maayrakat sekitar.(*)

banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *