Jelang Hari Raya Idul Adha 1444 H, Pemerintah Dorong Ketersediaan Stok Serta Kestabilan Harga Barang Dan Jasa

Indramayu, Suarajurnalis – Pemerintah pusat dan daerah terus bersinergi melakukan berbagai upaya dalam stabilisasi harga barang dan jasa serta terus mendorong ketersediaan stok bahan pangan dan distribusi pasokan agar tetap tersedia dan lancar.

Hal tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar secara rutin oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI) yang diikuti oleh jajaran kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah, (19/6/2023).

Menurut Tito, inflasi nasional saat ini sudah terkendali berada pada angka 4 persen. Namun demikian, hal tersebut perlu terus dijaga dengan secara konsisten terus melakukan langkah-langkah pengendalian inflasi salah satunya melalui rapat koordinasi yang bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi perkembangan harga barang dan jasa serta angka inflasi.

Pasalnya, angka inflasi bersifat fluktuatif disebabkan oleh berbagai faktor seperti berubahnya pola permintaan terhadap barang dan jasa serta naik turunnya harga barang dan jasa, terlebih menjelang Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN) seperti Hari Raya Idul Adha yang sebentar lagi akan diperingati oleh umat muslim.

“Angka inflasi saat ini sudah terkendali, namun kita terus mewaspadai karena dinamika yang terjadi seperti misalnya kita kan menghadapi hari besar idul adha, ini pasti akan merubah pola permintaan sehingga juga akan dapat merubah keadaan harga barang dan jasa untuk itulah kita perlu mengantisipasi hari raya idul adha ini agar tetap stabil harga-harga dan juga jasa,” ungkapnya.

Kemudian, terkait pola inflasi komoditas dan perkembangan harga barang dan jasa menjelang hari raya Idul Adha, Direktur Statistik Harga Badan Pusat Statistik (BPS), Windhiarso Putranto memaparkan, potensi inflasi dari sisi permintaan pada periode Idul Adha masih dibawah periode Ramadhan dan Idul Fitri.

Sedangkan untuk potensi inflasi dari sisi penawaran erat kaitannya dan sangat dipengaruhi oleh pasokan dari produsen dan stok di tingkat pedagang. Bila HBKN bertepatan dengan panen/panen raya komoditas (khususnya pangan), maka inflasi dapat diredam.

Diketahui, saat ini terdapat beberapa komoditas pangan yang mengalami peningkatan harga seperti cabai merah, cabai rawit, bawang merah, serta daging sapi terutama pada bulan-bulan yang bertepatan dengan momen hari raya idul adha, baik di tingkat pedesaan, perdagangan besar maupun konsumen.

Tren peningkatan harga tersebut, menurut Windhiarso, kemungkinan dipicu oleh faktor musiman/cuaca dan tingginya permintaan pada momen besar hari raya Idul Adha.

“Beberapa komoditas cenderung mengalami peningkatan harga terutama menjelang hari raya dan hal tersebut merupakan hal yang menjadi perhatian bagi kita semua,” papar Windhiarso.

Menyikapi hal tersebut, Badan Pangan Nasional melalui Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan, I Gusti Ketut Astawa menerangkan, pihaknya akan melakukan-langkah langkah konkret menjelang HKBN Idul Adha melalui koordinasi dengan kementerian dan lembaga seperti kementerian perdagangan, kementerian pertanian, BULOG serta stakeholder lainnya guna menjaga ketersediaan barang dari berbagai komoditas pangan.

Selain itu, pihaknya juga akan menggelar Gerakan Pangan Murah yang akan dilaksanakan secara serentak di lebih dari 300 titik guna menjaga kestabilan harga.

“Kami akan melakukan koordinasi dan langkah-langkah konkret bersama dengan stakeholder lainnya guna memastikan ketersediaan stok terutama bahan pangan dan berusaha menjaga harganya agar tetap stabil,” ungkapnya.

Dalam rakor pengendalian inflasi daerah tersebut, turut hadir pula secara daring di Indramayu Command Center (ICC), Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Kepala Bagian Perekonomian Setda Indramayu, Iing Kuswara, Inspektur Pembantu Wilayah II pada Inspektorat Kabupaten Indramayu, Ermasyanto, Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Heru Purwanto, Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian, Mohammad Khusen, serta Analis Kebijakan Setda Indramayu, Dartiyah.

red: Al Aris

banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar