Hari Surat Menyurat Sedunia, Tokoh Pemuda Ir Bona LG : Pos Berjasa Dalam Menyambung Komunikasi Masyarakat

Sumut,SuarajurnalisOnline:Sebelum kemunculan internet hingga smartphone, orang zaman dahulu biasanya mengirimkan surat lewat pos untuk berkomunikasi dengan kerabat jauh. Tak seperti mengirimkan SMS, butuh waktu beberapa hari agar surat sampai ke penerima.

 

Bacaan Lainnya

Sosok tokoh pemuda Sumut juga Ketua PD KBPP Polri Sumatera Utara yakni Ir Bona LumbanGaol Menurutnya meskipun penggunaannya sudah jarang, terlebih untuk keperluan komunikasi, tak bisa dimungkiri bahwa pos telah berkotribusi besar dalam kehidupan. Untuk itu, dicanangkanlah 9 Oktober sebagai Hari Pos Sedunia (World Post Day) atau Hari Surat Menyurat International.

 

Ir Bona LumbanGaol pada awak media ini menceritakan diketahui Hari Surat Menyurat Internasional tak lepas kaitannya dengan Universal Postal Union (UPU). Didirikan pada 9 Oktober 1874 di ibu kota Swiss, Bern, UPU merupakan salah badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bergerak di sektor pos. UPU sendiri didirikan guna menjadi sarana kerja sama dan regulasi surat-menyurat antar negara anggota PBB. Dalam hal ini, laman Universal Postal Union menjelaskan, badan khusus ini mengambil sebagai penasihat, mediator, dan penghubung, serta memberikan bantuan teknis jika diperlukan.

 

Pencetusan hari khusus tersebut bukanlah tanpa tujuan. Merujuk laman Universal Postal Union, Hari Pos Sedunia atau Hari Surat Menyurat Internasional bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan peran penting pos, baik dalam kehidupan sehari-hari, bisnis, hingga pembangunan sosial-ekonomi global.”papar Ir Bona.

 

Ir Bona tokoh pemuda Sumut ini menambahkan Menilik Eksistensi Sahabat Pena,setiap tanggal 9 Oktober kita memperingati Hari Surat Menyurat Sedunia atau World Post Day? Ya, sebelum berkembangnya teknologi canggih dan banyaknya aplikasi pesan instan, manusia di dunia berkomunikasi dengan surat. Tak hanya surat-menyurat dengan teman dekat satu daerah saja, bahkan bisa teman beda negara.

 

“Beruntunglah ada yang namanya Kantor Pos dan Pak Pos yang bertugas mengantar surat demi surat kepada setiap sahabat pena baik di dunia.

 

Di era tahun 1970-an hingga 1990-an. Remaja di Indonesia menggunakan berbagai cara untuk menyebarkan nama dan alamat agar bisa mendapat banyak sahabat pena. Mulai dari mengirim pesan ke radio hingga menyewa kolom iklan di koran dan majalah. Dengan maraknya fenomen ini pula, Pos Indonesia sempat menerbitakan majalah Sahabat Pena di tahun 1970, guna mengembangkan pengetahui kepada generasi muda terutama ilmu pengetahuan dan juga saran untuk mencari Sahabat Pena.”akhir tandasnya orang nomor satu dijajaran PD KBPP Polri Sumut ini.(Albs).

SALAM SETIA

PD KBPP POLRI SUMUT.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *