Halalbihalal Bukan Sekadar Formalitas, Bupati Tulungagung Minta ASN Gaspol Perbaiki Kinerja

TULUNGAGUNG –JNN.co.id” Momentum Halalbihalal Idul Fitri 1447 H/2026 M di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung diminta tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, justru menegaskan bahwa momen ini harus menjadi titik awal untuk mendorong peningkatan kinerja, terutama dalam pembangunan infrastruktur.

Hal tersebut disampaikan saat Apel Besar Pegawai yang dirangkai dengan Halalbihalal di halaman Kantor Bupati Tulungagung, Kamis (26/3/2026). Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati, Pj Sekda, kepala OPD, camat, hingga seluruh ASN di lingkungan Pemkab.

Bacaan Lainnya

Dalam arahannya, Bupati menekankan bahwa semangat Idul Fitri harus diwujudkan dalam kerja nyata, bukan sekadar tradisi saling bersalaman.

“Halalbihalal ini harus menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama dan meningkatkan kepercayaan antarpegawai,” tegasnya.

Tekankan Kekompakan, Hindari Ego Sektoral

Bupati juga mengingatkan pentingnya soliditas antarperangkat daerah. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi ego sektoral yang dapat menghambat jalannya pembangunan.

“Kita harus kompak dan tidak boleh berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks sehingga membutuhkan kerja sama yang kuat dan saling mendukung antarinstansi.

Infrastruktur Jadi Prioritas Utama

Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut menyoroti pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan yang dinilai sangat berdampak pada aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Pemerintah Kabupaten Tulungagung telah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp300 miliar untuk perbaikan jalan pada tahun ini.

Namun demikian, ia mengingatkan agar pelaksanaan proyek dilakukan secara optimal, baik dari sisi kualitas maupun ketepatan waktu.

“Anggaran besar harus diimbangi dengan hasil yang maksimal,” katanya.

Capaian Kinerja Masih Perlu Ditingkatkan

Selain infrastruktur, Bupati juga menyoroti capaian kinerja daerah yang masih menjadi pekerjaan rumah, terutama dalam mendukung Program Strategis Nasional.

Berdasarkan hasil evaluasi, nilai kinerja Kabupaten Tulungagung pada tahun 2025 masih berada pada kategori rendah.

“Kita harus evaluasi dan perbaiki bersama,” ujarnya.

Instruksi Tegas untuk Perangkat Daerah

Untuk memperbaiki capaian tersebut, Bupati memberikan sejumlah instruksi kepada perangkat daerah. Bagian Tata Pemerintahan diminta memastikan laporan kinerja masuk dalam Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) dan disampaikan tepat waktu ke pemerintah pusat.

Sementara itu, Inspektorat diminta melakukan pengawasan secara ketat agar pelaksanaan program benar-benar berjalan di lapangan.

Selain itu, Sekretaris Daerah bersama Bappeda diminta rutin melaporkan perkembangan program setiap bulan.

“Dengan laporan berkala, kendala yang ada bisa segera dibenahi,” jelasnya.

Target 2026: Naik Kategori Kinerja Tinggi

Bupati menegaskan bahwa pada tahun 2026, Pemkab Tulungagung harus mampu meningkatkan capaian kinerja hingga masuk kategori tinggi.

Ia meminta seluruh perangkat daerah memiliki komitmen kuat untuk mencapai target tersebut.

“Kita harus naik kelas,” tegasnya.

Idul Fitri Jadi Titik Awal Perbaikan

Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh ASN menjadikan Idul Fitri sebagai momentum untuk memperbaiki kinerja sekaligus memperkuat integritas.

Menurutnya, pelayanan kepada masyarakat harus dibuktikan melalui kerja nyata yang disiplin dan bertanggung jawab.

Pesan yang disampaikan pun jelas: tahun 2026 bukan waktunya bekerja biasa-biasa saja. Pemerintah Kabupaten Tulungagung dituntut bergerak lebih cepat, lebih solid, dan lebih maksimal dalam melayani masyarakat.(Nuryatin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *