Desa Matungkas Dicanangkan Sebagai Desa Bersih Narkoba

Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Utara mencanangkan Desa Matungkas Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara sebagai Desa Bersih Narkoba (Bersinar), sekaligus mengukuhkan relawan tim satgas anti narkoba di Balai Desa Matungkas, Senin (31/10/2022).

Dipilihnya Desa Matungkas menjadi Desa Bersinar ini, karena menjadi salah satu desa yang masuk dalam 31 desa di Sulawesi Utara dengan kriteria bahaya penyalahgunaan narkoba dari hasil pantauan BNNP Sulawesi Utara.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini dihadiri langsung Kepala BNN Provinsi Sulut, Brigjen Pol. Drs Victor J. Lasut, MM., Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Minahasa Utara Sammy Rompis mewakil Bupati Minahasa Utara (Minut), unsur Forkopimda diantaranya Kapolres Minut AKBP Bambang Yudi Wibowo SIK, Kajari Minut Yohanes Priyadi SH MH, Ketua PN Airmadidi, perwakilan TNI/Kodim Manado-Bitung/Minut, Kapolsek Dimembe Iptu Fadhly Alamri, S.Tr.K, S.

Selain itu, nampak hadir Camat Dimembe Ansye Dengah SSos, Hukum Tua Desa Matungkas Novieta Tangkudung, Perangkat Desa, para Kepala Jaga, serta undangan.

Sambutan Bupati yang dibacakan Kaban Kesbangpol, Sammy Rompis mengapresiasi kehadiran pihak BNNP Sulut di Desa Matungkas, Kecamatan Dimembe. Sekaligus berterima kasih dicanangkannya Desa Matungkas, Kecamatan Dimembe, sebagai Desa Bersinar.

“Harapan pak Bupati Joune Ganda SE MAP, dalam mengantisipasi pengguna Narkoba perlu kerjasama semua pihak, agar pencanangan bersih narkoba yang digalakan ini bisa benar-benar terwujud, artinya masyarakat bebas dari penggunaan obat-obat terlarang,” sebut Rompis mengutip sambutan bupati.

Sementara, Kepala BNNP Sulut Brigjen Pol. Drs Victor J. Lasut, MM menerangkan, dalam catatan BNNP Sulut sedikitnya 31 Desa masuk kategori bahaya, 81 Desa kategori waspada, dan 600-an Desa kategori siaga. “Pihaknya terkendala mata angggaran untuk mengkover banyak hal sesuai data yang ada. Itupun sudah ada intervensi Gubernur Sulut 6 Desa dan intervensi Bupati Minut 1 Desa, BNNP Sulut hanya 14 Desa. Itu sebabnya hanya 22 Desa yang bisa terjangkau,” terang Lasut.

Selain itu, bagi sedikitnya 90 relawan plus satgas yang telah dilantik, diharapkan bisa bersinergi agar apa yang diharapkan menjadikan Desa Matungkas benar-benar bebas Narkoba. Dampaknya bagi kelangsungan masa depan masyarakat, terutama anak-anak yang masih duduk di bangku Sekolah, tidak terjerumus dalam penyalahgunaan Narkotika.

“Relawan ini kami rekrut dari setiap Jaga, antara 5 sampai 10 orang. Mereka bisa naik turun rumah mensosialisasikan bahaya narkoba. Akhirnya, saya ucapkan selamat bertugas buat kita semua. Tugas yang diamanatkan ini adalah tugas mulia bagi bangsa dan negara,” tutup perwira pangkat Satu Bintang ini. (Josh)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *