SAMPANG, Media Suara jurnalis – Insiden dugaan kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi dan menimbulkan keprihatinan publik. Peristiwa ini dialami seorang wartawan media online saat melakukan kunjungan silaturahmi di wilayah Desa Tanggumong, Kecamatan Sampang, pada Senin (13/4/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
Lima wartawan mendatangi lokasi yang dikenal sebagai MBG Tanggumong 004 Yayasan Hakkul Yakin dengan tujuan menjalin komunikasi. Namun situasi berubah tegang ketika salah satu wartawan, Saladin dari dtikinformasi.com, diduga menjadi korban tindakan agresif oleh oknum berinisial (D) yang disebut sebagai tokoh setempat.
Menurut keterangan korban, awalnya ia diminta duduk untuk berbincang. Akan tetapi, tanpa adanya percakapan yang jelas, oknum tersebut tiba-tiba bertindak kasar dengan menarik baju korban hingga sobek, disertai bentakan dan tindakan intimidatif yang memaksa korban meninggalkan lokasi.
“Tidak ada alasan yang jelas. Saya datang baik-baik, tapi justru diperlakukan seperti itu,” ujar Saladin dengan nada kecewa.
Saksi mata yang juga rekan jurnalis, Safiuddin, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut korban tidak hanya mengalami penarikan baju, tetapi juga didorong secara kasar hingga hampir terjatuh.
“Bajunya ditarik dan didorong. Itu jelas tindakan kekerasan,” katanya.
Insiden ini mendapat respons tegas dari kalangan organisasi wartawan. Wakil Ketua KJJT Sampang, Hariansyah, menyatakan pihaknya akan mengawal kasus tersebut hingga tuntas dan segera melaporkannya kepada aparat penegak hukum.
“Tidak boleh ada kekerasan terhadap wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik. Ini menyangkut kebebasan pers yang harus dilindungi,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa tindakan semacam ini dapat menjadi preseden buruk bagi iklim kebebasan pers di daerah jika tidak ditangani secara serius.
Peristiwa ini menambah daftar kasus kekerasan terhadap jurnalis di daerah, sekaligus menjadi ujian bagi komitmen penegakan hukum dalam melindungi profesi pers sebagai pilar demokrasi.
Putra Wahdhani







